ekpurosis

Icon

Fellowship of The Ring

Ada apa dengan Praetorian ?

Pertama kali (th 2005) memainkan game Praetorians (www.eidosinteractive.com) memang luar biasa sulitnya. Mengatur pasukan legiun romawi (Legionaire Cohort) jaman kuno (56-70 bc) memang bukan pekerjaan yang mudah. Saya membayangkan kalo seandainya saya berkesempatan untuk hidup di zaman itu, pastilah saya sudah mendaftar jadi legiun romawi . Tampaknya menyenangkan sekali sehari-hari kerjaan saya cuma berperang dan membunuh orang saja (sic!)

Pada waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan praetorian itu apa, terutama pada level-level awal dimana pasukan saya hanya baru sampai pada tahap rekruitmen pasukan legion saja. Namun pada level-level yang lebih tinggi ternyata muncul rekruitmen bagi pasukan Praetorian. Saya sempat berpikir juga apa sih istimewanya mereka wong kayaknya mirip pasukan legiun romawi biasa ? namun kenyataan mengatakan lain. Dengan hadirnya pasukan praetorian (Praetorian Cohort) ternyata berbagai pertempuran jadi lebih mudah saya menangkan. Saya memperhatikan apabila pasukan legiun biasa bertarung melawan ksatria berkuda barbar (Barbarian Noble Knight) pasti akan kocar kacir dan kalah, maka sebaliknya praetorian justru akan membantai pada penunggang kuda tersebut dengan entengnya. Benar-benar luar biasa. Dengan bantuan dari praetorian inilah saya berhasil menyelesaikan level terakhir dengan selamat hingga masih hidup saat ini. Namun hanya itu. Saat itu saya tidak berpikir utnuk mengetahui siapakah praetorian itu lebih lanjut.

Kisah berlanjut dengan dipinjaminya saya game Rome:Total War (www.totalwar.com) oleh teman. Ternyata pasukan praetorian hadir lagi disana dengan kedahsyatan yang sama. Dengan bantuan mereka pula saya berhasil menyelesaikan misi untuk menjadi penguasa tunggal roma hingga saat ini (ref=stormlord— Where My Spirit Forever Shall Be). Hingga akhirnya sya pun bertanya-tanya, siapakah pasukan praetorian itu sebenarnya ? dan hunting pun dimulai (www.google.com).

Berdasarkan artikel-artikel yang berhasil saya peroleh, praetorian memang pasukan yang luar biasa. Mereka adalah pasukan yang dibentuk langsung oleh kaisar roma untuk melindungi kota roma dan pejabat-pejabatnya termasuk kaisar sendiri. Bila dicari padanannya dengan pasukan militer pada jaman ini mereka tidak ada tandingannya. Mereke adalah polisi + angkatan darat + angkatan laut + pasukan komando + dll. Praetorian mampu beradaptasi di segala macam bentuk pertempuran maupun pertarungan. Mereka adalah jack of all trade sekaligus master of war. Well, demikanlah..

Untuk merefreshkan pikiran, marilah kita simak lirik lagu yang pasti relevan ini….. hail all praetorian guard!!

Where My Spirit Forever Shall Be — by StormLord (cari di google dik..)

Roma I Hail your timeless glory
overwhelming’s your might
(no) mortal man stood against you
the whole world beheld in awe
of all times the greatest empire
has risen, never to fall
not a war that couldn’t be won
for each enemy was slain
Ram the crosses so they all can see
open wide the Colosseum’s gates

“When the light of blade, enlight the shades
storm of blazes, shine bright on fighting date
spirits of war I call, enlight the shades
spirits of war I call, prepare for mighty war”

In my heart the memory still lives
unforgotten’s your past
your splendor far brighter than the sun
your beauty amazes me as I stare
the gods still watching over you
from a majestic sky
among your eternal walls
is where my spirit has to be
Forever Roma to you I belong

Ciao…..
[DisKonekted][Used to be Mussolini Fans]

Filed under: Spanish Fly

Mentertawakan orang lain

Hal yang paling menghibur manusia adalah menertawakan orang lain yang sedang sial. Lihat saja acara komedi di tv, mereka yang paling disukai adalah mereka yang selalu diejek dan dianggap goblok. Lalu mengapa perbuatan menertawakan ini dapat dianggap legal sah, dan menggembirakan banyak orang ? benar-benar dunia yang konyol ! dari sisi lain hal ini menampakkan ego manusia yang gembira bila melihat orang lain berada di bawahnya. Dengan menertawakan orang lain, kita mengejeknya dengan mengatakan bahwa diri kita tidaklah mungkin melakukan perbuatan serendah itu. Kita tidak mungkin se-sial itu. Dengan menertawakan orang lain, kita meninggikan ego kita. Seolah-olah diri kita adalah tuhan yang sempurna dan tak mungkin berbuat suatu kesalahan apapun. Kerja para pelawak adalah kerja yang menyakitkan; mereka dibayar untuk mengejek dan diejek habis-habisan. Semakin menyakitkan ejekan yang mereka terima, makin populer pamor mereka. Itulah mengapa banyak pelawak yang mati dalam kesengsaraan. Tertawalah karena bahagia, dan bukan tertawa karena ada orang lain sengsara.

Filed under: Spanish Fly

Cinta dan kebahagiaan

Cinta yang sesungguhnya didapatkan dengan cara melepaskan, memberikan, dan mengorbankan sesuatu yang sangat kita pegang erat-erat. Apabila anda mencintai peliharaan anda, maka anda akan melepaskannya ke alam bebas agar ia dapat hidup dengan bebas dan bahagia. Adapun ia tidak mau dikembalikan ke alam bebas itu adalah kebahagiaannya sendiri. Cinta yang ingin mendapatkan sesuatu bukanlah cinta, namun keinginan, atau ketergila-gilaan yang amat kuat. Segera setelah anda mendapatkannya, “cinta” itu akan mati. Berganti dengan kepedihan, luka, pertikaian dan ketidak puasan. Cinta yang sesungguhnya adalah sense of happiness, keberadaan yang membahagiakan. Kadang hal ini disalah artikan dalam kehidupan rumah tangga; ‘saya mencintai istri saya. Saya mencintai anak saya’. Itu bukanlah cinta yang sesungguhnya. Mengapa demikian ? karena cinta yang dibarengi dengan kepemilikan akan menjadi cinta yang menyesatkan, dan tak layak lagi disebut cinta. Anda mengatakan cinta pada istri anda, padahal setiap hari hidup anda dibuat kesal olehnya. Anda tidak bahagia. Itu bukanlah cinta. Anda mencintai kekasih anda. Namun setiap hari sangat takut untuk kehilangan dirinya. Anda tidak bahagia. Itu bukanlah cinta. Itu adalah penderitaan. Apakah Cinta = Penderitaan ? tidak. Cinta yang sesungguhnya adalah membahagiakan setiap saat, membangun, memelihara, dan memberikan yang terbaik. Bila setiap hari anda bertengkar dengan istri anda yang mengesalkan dan masih menganggap anda mencintainya. Anda salah. Anda hanya takut kehilangan dirinya. Cinta yang sesungguhnya adalah rela melepaskan segalanya dan tetap bahagia. Anda mencintai seseorang. Anda tidak mendapatkannya, dan ia tidak mencintai anda. Namun anda bahagia. Maka itulah cinta. Cinta tidak pernah membunuh. Cinta tidak pernah menyakitkan. Bila anda merasakan cinta, namun menyakitkan, maaf, itu bukanlah cinta. Itu hanyalah ketergila-gilaan karena ingin memiliki sesuatu. Cinta adalah memancar keluar, sedangkan kegilaan merengkuh kedalam. Anda tidak akan pernah memiliki sesuatu, selama anda mencintainya. Anda memiliki segalanya, dengan mencintai satu hal saja.

Filed under: Spanish Fly

Menghadapi diri sendiri

Menghadapi diri sendiri; apakah kita musuh bagi diri kita sendiri ? tidak demikian adanya. Yang dimaksudkan untuk dihadapi adalah sisi gelap dari kita sebagai manusia. Apakah sisi gelap itu ? sisi gelap manusia adalah emosi negatif, pikiran negatif, gerakan negatif dan instink negatif. Negatif adalah ; bergerak ke arah yang destruktif, tidak membawa manusia pada kesadaran yang ‘sejati’. Yang harus kita lakukan adalah mematahkan pola-pola kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Dengan pematahan itu maka diri kita akan berontak. Kita akan berhadapan dengan sisi gelap manusia, yaitu bagian dari diri kita yang sangat kuat, yang selama ini mengendalikan kita. Berhadapan dengan diri sendiri merupakan saat-saat yang sangat menyiksa dan mengerikan. Anda akan merasa lepas kontrol. Anda merasa tidak mengenal diri anda lagi. Dan pada detik-detik batin anda bertanya “siapakah diri saya yang sebenarnya ?”, maka pada saat itu juga anda telah mengalahkannya. Dialah setan yang sesungguhnya.

Filed under: Spanish Fly

Perbudakan oleh pikiran

Dari mulai bisa berpikir, kita telah diperbudak oleh pikiran kita sendiri. Anda berpikir bahwa saya begini, saya begitu, namun sebenarnya anda yang sebenarnya tidaklah demikian; itu hanya buah kerja pikiran anda. Apabila anda berpikir; diri saya ingin begini, maka sebenarnya pikiran andalah yang menginginkannya. Anda diperbudak oleh pikiran dan menganggapnya itu adalah keinginan anda. Tentunya ada pertanyaan ; apakah kita yang sebenarnya, bila itu bukanlah pikiran kita ? “cogito ergo sum’ demikian descartes berkata, “saya berpikir karena itu saya ada”. Namun saat saya tidak berpikir pun, saya tetap ada. Benarkah ? pikiran bukanlah anda, pikiran adalah pelayan bagi anda, mengapa selama ini anda mau saja di perbudak olehnya ? “saya berpikir” bukanlah kata yang tepat, namun tepatnya mungkin adalah “pikiran saya” ingin ini dan itu. Lalu bila pikiran bukanlah anda, bukanlah saya, bukanlah kita, maka siapakah kita ? kita adalah kita, pemilik pikiran dan pengendalinya. Master of The Minds. Lalu mengapa anda mau saja dibawa kesana dan kemari oleh pikiran anda saat ini ?

Filed under: Spanish Fly