To The Night
Filed under: unpredictable
8 March 2007 • 9:32 am 2
Aku cinta hujan.
Aku berkali-kali jatuh cinta pada hujan.
Pada mendungnya. Petirnya. Kilatnya. Terutama desau angin penyertanya. Banjirnya? Ya, bahkan pada resiko banjir sesudah hujan berkepanjangan. Hingga detik menulis ini aku belum pernah gagal mengulik kesenangan dari banjir.
Tetapi kali ini aku sedang tak ingin ada hujan meski di hati cinta tak pernah berhenti untuknya. Kemarau… Kemarau… Begitu aku seru berulang-ulang. Namun kembali hujan datang. Memaksa aku bersedekap dan cemberut. Mengecewakannya. Karena toh hujan harus dibuat mengerti kehadirannya kali ini berbuah penolakan.
kali ini hujan sama sepertimu bukan?
Filed under: unpredictable
23 January 2007 • 12:43 pm 0
: masih buat kakakku tercinta
Aku belum pernah menyaksikan orang mati
Hingga setelah malam ini
Waktu tlah berhenti untuk-Mu
Tak tersisa sedetik pun
Bahkan untukmu berpaling sejenak
Sekedar menyampaikan salam terakhir
Kali ini,,
Selamanya berarti “selamanya”
jasad usang beterbangan jadi debu
berdoa seikhlas hati
“dari tanah kembali ke tanah”
Benarkah? Aku hidup di dalam mati?
Filed under: unpredictable
19 January 2007 • 9:09 am 0
waktu kulukis surga
dalam pujian doa malam
kutemukan dia,
Dosakah? jika kurasakan di bumi seperti di surga?
Sebab aku tahu Tuhan, Engkau pencemburu.
Filed under: unpredictable
12 January 2007 • 2:54 pm 0
Aku belum bisa bicara tentang bunga
Karena aku masih mencari hari
Dimana hariku..
Apa itu masa lalu
Apa sekarang masa kini?
Bagaimana dengan nanti
Nanti adalah esok
Nanti bisa berarti menanti
esok bisa berarti pagi
nanti itu masa setelah ini
nanti bisa berarti hari jumat
hari sabtu hari minggu
hari senin hari selasa
hari rabu hari kamis
bahkan kembali hari jumat
kapan nanti itu
sedang hari ini adalah kamis
kamis itu setelah rabu
rabu itu setelah selasa
dan seterusnya
hingga
hari ini adalah besok sekarang dan kemarin
terus kapan hari ini?
kapan besok ?
dan kapan kemarin?
Filed under: unpredictable
Recent Comments