senandung rindu

ketika seluruh penjuru hatiku terisi bayang wajahmu
hanya bisa kutarik nafas mendalam
mencoba merasakan lagi aroma wangi rambut sepundakmu
meski aroma itu samar tapi masih dapat tercium

ketika aku ingin melihat wajahmu
hanya bisa kutunggu saat hujan
karena di setiap tetes hujan
bisa kulihat jelas raut wajahmu

ketika aku ingin berbagi cerita denganmu
aku titipkan cerita kepada angin
biar angin yang bisikan di telinga mungilmu

kutarik nafas, kutunggu hujan lalu bercerita kepada angin
rutinitias gila yang membosankan: bagi sebagian orang
tapi aku tak pernah lelah apalagi bosan
karena aku tahu persis
kaupun melakukan hal yang sama untuk-ku
jika kau sedang sendiri;

This entry was posted by friik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: