Cinta dan kebahagiaan

Cinta yang sesungguhnya didapatkan dengan cara melepaskan, memberikan, dan mengorbankan sesuatu yang sangat kita pegang erat-erat. Apabila anda mencintai peliharaan anda, maka anda akan melepaskannya ke alam bebas agar ia dapat hidup dengan bebas dan bahagia. Adapun ia tidak mau dikembalikan ke alam bebas itu adalah kebahagiaannya sendiri. Cinta yang ingin mendapatkan sesuatu bukanlah cinta, namun keinginan, atau ketergila-gilaan yang amat kuat. Segera setelah anda mendapatkannya, “cinta” itu akan mati. Berganti dengan kepedihan, luka, pertikaian dan ketidak puasan. Cinta yang sesungguhnya adalah sense of happiness, keberadaan yang membahagiakan. Kadang hal ini disalah artikan dalam kehidupan rumah tangga; ‘saya mencintai istri saya. Saya mencintai anak saya’. Itu bukanlah cinta yang sesungguhnya. Mengapa demikian ? karena cinta yang dibarengi dengan kepemilikan akan menjadi cinta yang menyesatkan, dan tak layak lagi disebut cinta. Anda mengatakan cinta pada istri anda, padahal setiap hari hidup anda dibuat kesal olehnya. Anda tidak bahagia. Itu bukanlah cinta. Anda mencintai kekasih anda. Namun setiap hari sangat takut untuk kehilangan dirinya. Anda tidak bahagia. Itu bukanlah cinta. Itu adalah penderitaan. Apakah Cinta = Penderitaan ? tidak. Cinta yang sesungguhnya adalah membahagiakan setiap saat, membangun, memelihara, dan memberikan yang terbaik. Bila setiap hari anda bertengkar dengan istri anda yang mengesalkan dan masih menganggap anda mencintainya. Anda salah. Anda hanya takut kehilangan dirinya. Cinta yang sesungguhnya adalah rela melepaskan segalanya dan tetap bahagia. Anda mencintai seseorang. Anda tidak mendapatkannya, dan ia tidak mencintai anda. Namun anda bahagia. Maka itulah cinta. Cinta tidak pernah membunuh. Cinta tidak pernah menyakitkan. Bila anda merasakan cinta, namun menyakitkan, maaf, itu bukanlah cinta. Itu hanyalah ketergila-gilaan karena ingin memiliki sesuatu. Cinta adalah memancar keluar, sedangkan kegilaan merengkuh kedalam. Anda tidak akan pernah memiliki sesuatu, selama anda mencintainya. Anda memiliki segalanya, dengan mencintai satu hal saja.

This entry was posted by Arif Susilo.

One thought on “Cinta dan kebahagiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: